cybermap.co.id – Merokok di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan yang terus menjadi perhatian. Salah satu faktor utama yang mendorong remaja untuk mulai dan terus merokok adalah pengaruh dari teman sebaya. Dalam masa remaja, individu cenderung lebih rentan terhadap tekanan sosial karena sedang berada dalam proses pencarian jati diri dan keinginan untuk diterima dalam kelompok.
Tekanan teman sebaya bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari ajakan langsung hingga tekanan tidak langsung seperti keinginan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Remaja yang melihat teman-temannya merokok cenderung menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang normal atau bahkan “keren”. Akibatnya, mereka lebih mudah tergoda untuk mencoba merokok, dan lama kelamaan bisa menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
Selain itu, remaja yang sudah merokok sering merasa sulit untuk berhenti karena khawatir akan dikucilkan dari kelompok pertemanan mereka. Rasa takut kehilangan pergaulan atau dianggap berbeda menjadi hambatan psikologis yang besar dalam usaha berhenti merokok. Tidak jarang, mereka justru semakin mempererat ikatan sosial dengan merokok bersama teman-temannya.
Untuk mengatasi hal ini, pendekatan yang efektif perlu melibatkan lingkungan sosial remaja. Program edukasi yang melibatkan teman sebaya sebagai agen perubahan bisa menjadi strategi yang kuat. Selain itu, dukungan dari keluarga dan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bebas rokok sangat penting untuk membantu remaja keluar dari jerat kebiasaan ini.













