cybermap.co.id – Penyakit Moyamoya adalah gangguan langka pada pembuluh darah otak yang menyebabkan penyempitan atau penyumbatan arteri di dasar otak, khususnya arteri karotis internal. Nama “Moyamoya” berasal dari bahasa Jepang yang berarti “seperti kepulan asap,” menggambarkan tampilan pembuluh darah kecil yang terbentuk sebagai kompensasi dari penyempitan tersebut, terlihat pada hasil angiografi otak.
Gejala Penyakit Moyamoya
Gejala utama Moyamoya berbeda-beda tergantung usia dan tingkat keparahan. Pada anak-anak, gejala umum adalah:
- Stroke atau mini-stroke (TIA)
- Kejang-kejang
- Kelemahan atau kelumpuhan di salah satu sisi tubuh
- Gangguan bicara atau penglihatan
Sementara pada orang dewasa, gejala bisa meliputi:
- Sakit kepala kronis
- Penurunan fungsi kognitif
- Gangguan kesadaran
- Pendarahan otak (jika pembuluh darah kecil pecah)
Karena sifatnya progresif, jika tidak ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan otak permanen.
Penyebab Moyamoya
Hingga kini, penyebab pasti Moyamoya belum diketahui. Namun, beberapa faktor risiko dan kondisi terkait yang mungkin berperan antara lain:
- Faktor genetik: Lebih sering terjadi pada orang Asia Timur dan dapat diturunkan dalam keluarga.
- Penyakit lain: Seperti sindrom Down, neurofibromatosis, anemia sel sabit, atau penyakit autoimun.
Penyakit ini bisa muncul sebagai kondisi primer (idiopatik) atau sebagai kondisi sekunder dari penyakit lain.
Cara Mengatasi Moyamoya
Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan Moyamoya sepenuhnya, namun berbagai metode penanganan dapat membantu mengurangi gejala dan risiko stroke lebih lanjut:
- Obat-obatan
- Obat pengencer darah seperti aspirin untuk mencegah stroke.
- Antikonvulsan jika pasien mengalami kejang.
- Obat untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi.
- Operasi Bedah Otak (Revascularisasi)
- Tujuan utama adalah meningkatkan aliran darah ke otak.
- Metode langsung: Menghubungkan pembuluh darah di luar tengkorak ke pembuluh darah di otak.
- Metode tidak langsung: Menempatkan jaringan pembuluh darah di dekat permukaan otak agar tubuh membentuk pembuluh darah baru.
- Pemantauan Jangka Panjang
Pasien perlu diawasi secara rutin oleh dokter saraf untuk memantau perkembangan penyakit, terutama jika terjadi gejala tambahan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti kelemahan tiba-tiba pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo, kejang mendadak, atau kehilangan kesadaran. Deteksi dini sangat penting dalam mencegah komplikasi serius seperti stroke permanen.













