cybermap.co.id – Texas dikenal sebagai tanah para penggemar kuliner berukuran besar dan penuh rasa. Namun, ada satu menu yang menarik perhatian bukan hanya karena ukurannya, tetapi juga karena namanya yang kontroversial—burger “Trump”. Terletak di sebuah restoran lokal di Austin, burger ini menjadi pembicaraan karena menggabungkan citarasa khas Texas dengan unsur politik yang mencolok.
Burger “Trump” ini bukan hanya soal nama; ukurannya juga tak main-main. Dengan dua lapis daging sapi panggang, keju leleh, irisan jalapeño, saus rahasia, dan roti brioche yang empuk, burger ini mencerminkan semangat “lebih besar lebih baik” khas Texas. Pemilik restoran mengaku bahwa nama “Trump” dipilih bukan untuk memicu kontroversi, melainkan sebagai strategi pemasaran—mengingat tokoh tersebut dikenal luas dan memicu rasa penasaran.
Saat kami mencicipinya, rasa gurih dari daging yang juicy dan keju yang melimpah langsung terasa. Saus spesialnya memiliki cita rasa pedas-manis yang unik dan berpadu dengan baik bersama jalapeño segar. Tekstur roti yang lembut menjadi penyeimbang sempurna dari isian burger yang kaya rasa. Tidak mengherankan jika menu ini menjadi favorit banyak pengunjung, baik yang datang karena penasaran maupun benar-benar menyukainya.
Meski menu ini memiliki embel-embel politik, pengunjung dari berbagai latar belakang tetap datang untuk mencoba. Beberapa melihatnya sebagai pengalaman kuliner unik, sementara yang lain sekadar menikmati burger enak tanpa memikirkan namanya. Terlepas dari motifnya, burger “Trump” di Texas membuktikan bahwa makanan bisa menjadi jembatan antara rasa dan opini.













