cybermap.co.id – Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang perbatasan Myanmar dan Thailand pada pukul 13.00 waktu setempat. Episentrum gempa berada di wilayah Myanmar, sekitar 40 km dari Mandalay, dengan kedalaman 10 km. Guncangan kuat dirasakan hingga ke Thailand, bahkan mencapai ibu kota Bangkok.
Badan Meteorologi dan Geofisika Myanmar melaporkan bahwa gempa ini merupakan yang terbesar dalam dua dekade terakhir di wilayah tersebut. Beberapa gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil terus terjadi, meningkatkan risiko kerusakan lebih lanjut dan menghambat proses evakuasi.
Dampak Gempa di Myanmar
Myanmar menjadi wilayah yang paling terdampak oleh gempa ini. Data sementara mencatat sebanyak 144 orang meninggal dunia, dengan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Banyak bangunan runtuh, termasuk rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Kota-kota seperti Mandalay dan Taunggyi mengalami kerusakan paling parah.
Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Proses penyelamatan terkendala oleh infrastruktur yang rusak dan terbatasnya peralatan berat. Sementara itu, rumah sakit kewalahan menangani banyaknya korban luka yang terus berdatangan.
Situasi semakin sulit karena beberapa daerah yang terdampak gempa juga sedang mengalami konflik sipil. Hal ini membuat upaya penyaluran bantuan menjadi lebih menantang.
Dampak Gempa di Thailand
Di Thailand, gempa terasa kuat hingga Bangkok, meskipun tidak menimbulkan kerusakan besar di ibu kota. Namun, beberapa wilayah di provinsi Chiang Mai dan Chiang Rai mengalami dampak signifikan. Delapan orang dilaporkan tewas di Thailand, dan puluhan lainnya mengalami cedera akibat bangunan yang runtuh dan longsor.
Pemerintah Thailand segera mengerahkan tim tanggap bencana ke daerah-daerah terdampak. Peringatan terhadap kemungkinan gempa susulan juga telah dikeluarkan untuk mencegah lebih banyak korban.
Upaya Penyelamatan dan Bantuan Kemanusiaan
Pemerintah Myanmar dan Thailand telah mengaktifkan status darurat untuk mempercepat proses evakuasi dan bantuan kemanusiaan. Organisasi kemanusiaan internasional, termasuk Palang Merah dan PBB, telah menawarkan bantuan logistik, medis, dan finansial untuk membantu para korban.
Banyak warga kehilangan tempat tinggal akibat gempa ini, dan ribuan orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kamp-kamp darurat mulai didirikan untuk menyediakan makanan, air bersih, dan tempat berlindung bagi para korban.
Kesimpulan
Gempa dahsyat di perbatasan Myanmar dan Thailand ini telah menyebabkan korban jiwa yang besar serta kerusakan infrastruktur yang signifikan. Dengan ratusan orang terluka dan puluhan lainnya masih tertimbun, proses evakuasi terus berlangsung.
Pemerintah dan organisasi kemanusiaan terus bekerja keras untuk memberikan bantuan kepada para korban. Masyarakat internasional diharapkan dapat turut berkontribusi dalam meringankan beban para korban gempa yang masih berjuang untuk bertahan hidup.