cybermap.co.id – Seorang warga Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tak akan pernah melupakan tragedi Erupsi Gunung Semeru pada 2021. Bencana alam itu merenggut nyawa beberapa anggota keluarganya. Kesedihan yang mendalam sempat membuatnya kehilangan arah. Namun, dari luka itu, Tuhan justru menemukan panggilan hidup baru: menjadi relawan penyelamat warga di daerah rawan bencana.
Sejak kejadian tersebut, Tuhan aktif membantu proses evakuasi, mendampingi warga saat terjadi erupsi susulan, dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan tim tanggap darurat. Kini, ia dikenal sebagai salah satu relawan lokal yang paling sigap saat status gunung dinaikkan atau saat awan panas mulai mengancam pemukiman.
Perubahan peran Tuhan ini tidak datang secara instan. Ia mengaku sempat tenggelam dalam duka, namun dorongan untuk mencegah orang lain mengalami kehilangan serupa menjadi motivasi terkuatnya. Ia mempelajari prosedur tanggap bencana, ikut pelatihan relawan, dan terus aktif di pos pantau gunung.
“Kalau saya bisa bantu satu nyawa saja terselamatkan, itu sudah cukup buat saya,” ujar Tuhan, sambil menatap Gunung Semeru yang menjulang di kejauhan.
Dedikasi Tuhan menjadi simbol keteguhan warga lereng Semeru. Dari kehilangan, ia bangkit, dan kini mengabdi demi keselamatan orang lain. Kisahnya menjadi inspirasi, bahwa di balik bencana selalu ada harapan dan semangat untuk bangkit kembali.













